Kamis, 26 Februari 2009

PELAYANAN JAMKESMAS LUAR GEDUNG PUSKESMAS SUNGAI AMBAWANG

Disamping sebagai ketua PD PAFI Kalbar, Amanah yang dibebankan kepada penulis adalah sebagai PLH Kepala Puskesmas Sungai Ambawang, pada Senin Tanggal 23 Pebruari 2009 kami mendampingi beberapa pejabat dari Dinas Kesehatan Kubu Raya (dr.Dyah Kabid.Yankes) dan rombongan dan beberapa rekan dari Puskesmas Sungai Ambawang (Mardiana, Agus P, Sunarti dan Okta ) melakukan kegaiatan pengobatan masal di desa teluk bakung tepatnya di lokasi Kijang Berabtai. Dengan membawa perbekalan makanan dan minuman serta logistik obat kami berangkat dari Puskesmas Sungai Ambawang jam 9.00 dan tiba dilokasi jam 12.30 dengan menggunakan ambulance Puskesmas dan perjalanan lumayan melelahkan. begitu tiba ditujuan kami sudah ditunggu oleh masyarakat yang membutuhkan pelayanan. Kami beristirahat sejenak dan langusung memberikan pelayanan dan Ibu diyah langsung memberikan penyuuhan tentang KIA (kesehatan Ibu dan Anak) salah satunya adalah tentang tetanus neonatorum. Lebiih kurang 100 warga kami layani berbagai kasusu penyakut seperti ISPA, Diare dan penyakil lainnya. Kami juga berkunjung kerumah warga yang membutuhkan pelayanan salah satu yang kami jumpai seorang warga yang lumpuh akibat tertembak teman sewaktu berburu dihutan .Sekitar jam 15.00 kami kembali ke Puskesmas beserta rombongan lainnya

Minggu, 15 Februari 2009

APOTEK YANG SEDANG MEMBUTUHKAN TENAGA AA

1. Apotek Barokah Hub No HP : 0813450102
2. Apotek Sahabat Hub Imam Arsofi,SKM No HP : 08125729387
3. Apotek Yu Te Hub Pak M Andre

Atau Segera Hubungi Ketua PD PAFI Kalbar : Pak Iwan di 08125743159

LAYANAN INFORMASI OBAT DI APOTEK

Oleh: W Iwansyah *)

Apotek secara umum dikenal masyarakat merupakan tempat memperoleh obat baik dengan rsep dokter ( obat keras, psikotropika dan narkotika) atau tanpa resep dokter (obat bebas, bebas terbatas) yang mutu obatnya terjamin baik keaslian maupun kualitas nya. Sejalan dengan Kep.Menkes 1332 Tahun 1992 bahwa Apotek merupakan suatu tempat tertentu dimana dilaksanakana pekerjaan kefarmasian dan penyaluran sediaan farmasi, perbekalan kesehatan lainnya kepada masyarakat. Sediaan farmasi adalah obat, bahan obat, obat asli Indonesia Alat Kesehatan dan Kosmetika. Kalau kita lihat belum semua Apotek menjalankan fungsinya dalam memberikan layanan informasi obat kepada masyarakat dengan baik. Sedangkan pekerjaan kefarmasian itu sendiri menurut UU No.23 Tahun 1992 adalah pembuatan termasuk pengendalian mutu sediaan farmasi pengamaman pengadaan,penyimpanan dan distribusi obat, pengelolaan obat, pelayanan obat atas resep dokter, pelayanan informasi obat serta pengembangan obat, bahan obat dan obat tradisional. Terlihat jelas bahwa salah satu bagian dalam pelayanan kefarmasian adalah pemberian informasi obat yang benar kepada pengguna obat sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas obat tersebut.
Pada setiap apotek wajib terdapat tenaga kefarmasian yang profesional dibidangnya yang bekerja purnawaktu yaitu Apoteker dan Asisten Apoteker atau yang dikenal dengan tenaga kefarmasian ( PP 32 Tahun 1996 Bab II Pasal 2 (4)) yang dapat menjalankan fungsinya dalam memberikan pelayanan informasi obat kepada masyarakat, masyarakat yang membutuhkan informasi dapat berkonsultasi kepada tenaga kefarmasian yang ada di apotek tersebut. Adapaun aspek-aspek informasi yang harus diberikan oleh tenaga kefarmasian dan harus diketahui oleh pasien adalah sebagai berikut :
Deskripsi dan kekuatan obat antara lain: bentuk sediaan dan cara pemakaian obat, nama dan zat aktif yang terkandung didalammya dan kekuatan 0bat (mg/g)

Jadwal dan cara penggunaan terutama obat yanh digunakan dengan instruksi khusus seperti ”minum obat setelah makan”, minum obat bila perlu ” dan lain-lain

Mekanisme kerja obat meliputi: Indikasi obat, gejala-gejala yang sedang diobati, sehingga dapat dijelaskan mekanisme mana yang harus dijelaskan

Dampak gaya hidup: banyak regimen obat yang memaksa pasien utuk mengubah gaya hidup dan penanaman keyakinan manfaat perubahan gaya hidup

Penyimpanan, cara penyimpanan obat dengan tepat akan menjamin stabilitas obat tersebut misalnya pada suhu kamar, terhindar dari cahaya matahari dan cara lain yang dianjurkan dan yang terpenting jauhi dari jangkauan anak-anak

Efek Potensial yang tidak diinginkan; efek yang menyertai efek yang diinginkan yang mungkin muncul setelah penngunaan obat, misalnya rasa kantuk, perubahan warna urin, kekeringan pada mukosa mulut. Dan pasien harus mendapatkan informasi tentang tanda-tanda dan gejala keracunan akibat obat.
( Depkes RI, 2006).
Dengan adanya layanan informasi obat di Apotek oleh tanaga kefarmasian
(Apoteker dan Asisten Apoteker) harus membekalai diri dengan pengetahuan yang memadai tentang obat sebagai bekal dalam menjalankan profesi tenaga kefarmasian di Apotek dan pada akhirnya diharpkan dapat berperan dalam meningkatkan keberhasilan terapai, memaksimalkan efek terapi, meminimalkan resiko efek samping obat, meningkatkan cost effectiveness, menghormati pilihan pasien dalam menjalankan terapi. Dan pada akhirnya akan membantu masyarakat dalam penggunaan obat yang rasional dan masyarakat terhindari dari penggunaan obat yang salah (drug misuse).

*) - Ketua Pengurus Daerah Persatuan Ahli Farmasi Indoensia (PAFI) Kalbar
- Mahasiswa FIK UMP Kelas Tranfer-Promkes Tahun 2007/2008